FKUB DKI Jakarta: ”Upaya membangun Kerukunan Tahun 2018-2019: masalah dan solusinya”

Ket. foto dari ki-ka ( Kakanwil Kemenag Jakarta- H. Syaiful Mujab, Ketua FKUB Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid, Taufan Bakri – Kesbangpol Jakarta dan Rudy Pratikno)

(FKUB JAKARTA) Jakarta, sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia, tentunya harus menjaga kewaspadaan, sebagai meltingpot, Jakarta harus menampilkan kerukunan hidup beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Bila keanekaragaman dan perbedaan itu tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin justru akan menimbulkan konflik.

FKUB Provinsi DKI Jakarta memandang perlu upaya selalu membangun kerukunan antar umat beragama, terutama pada tahun 2018-2019 adalah tahun politik perlu lebih intens melakukan upaya membangun kerukunan, karena dengan kerukunan umat beragama akan tercipta ketentraman dan kenyamanan, dan saat kerukunan itu terwujud maka persatuan bangsa akan terwujud, jika persatuan itu terwujud, maka menambah keamanan dan kekuatan negara.

Sehubungan dengan hal tersebut, FKUB Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan dialog antar tokoh agama dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dengan tema ”Upaya membangun Kerukunan Tahun 2018-2019: masalah dan solusinya” bertempat di Kantor FKUB Jakarta di Graha Mental Spiritual lt.4, Jl. Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada hari senin 28/5/2018.

Kegiatan dialog diikuti oleh anggota FKUB DKI Jakarta, FKUB Kota se DKI Jakarta, para pimpinan dan utusan dari majelis agama antara lain: MUI Provinsi DKI Jakarta, PGIW Provinsi DKI Jakarta, Keuskupan Agung Jakarta, WALUBI Jakarta, MATAKIN Jakarta. Sebagai narasumber adalah Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta danKepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Povinsi DKI Jakarta.

Kegiatan dialog ini bertujuan menerima masukan dan saran dari para  tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan FKUB wilayah kota se DKI Jakarta dalam menghadapi situasi terkini dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Jakarta dan dalam rangka menyusun program kerja FKUB DKI Jakarta tahun 2019.(fkub/budi)