Kesbangpol Dan FKUB Jakarta Gelar Dialog Peningkatan Kerukunan Umat Beragama

3

Para Narasumber (Ki-Ka) : Taufan Bakrie, Firdaus Syam, MA PhD, AKBP Jajang Hasan Basri dan KH. Ahmad Syafii Mufid

(FKUB-Jakarta) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menyelenggarakan Dialog Lintas Agama yang dilaksanakan di kantor FKUB Provinsi DKI Jakarta, Jl. Awaludin II-Kebon Melati – Tanah Abang- Jakarta Pusat, Senin, 17 April 2017.

Kegiatan yang diberi nama “Peningkatan Kerukunan Umat Beragama Angkatan Pertama tahun 2017” diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan dari Drs, Ridwan selaku Kepala Bidang Kerukunan Umat Beragama Kesbangpol DKI Jakarta.

Menurut Ridwan, dasar kegiatan adalah keputusan no2 thn 2017 tgl 3 jan 2017 tentang kesbangpol yang bertujuan memberi penyuluhan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh etnis untuk membangun sikap beragama terutama toleransi.

Ridwan menambahkan, Kegiatan seperti ini akan dilaksanakan sebanyak empat puluh kali sepanjang tahun 2017, dibagi di lima wilayah.

Sementara itu, Taufan Bakri mewakili Kepala kesbangpol menambahkan, pertemuan ini sebagai tatap muka tokoh agama dengan masyarakat beserta Alumni SABDA FKUB Jakarta.

Pertemuan ini sebagai silahturahmi dengan berbagai umat beragama, karena sejak dulu sikap rukun sudah ada, sehingga kita jangan terprovokasi karena suasana pilkada,imbuhnya.

Taufan menjelaskan bahwa, akan mengupayakan Pilkada kali ini menjadi Pemilu yang gembira tanpa rasa takut untuk datang ke TPS, karena TPS akan dijaga oleh aparat keamanan sehingga TPS dalam kondisi aman.

KH. Ahmad Syafi’i Mufid -Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta yang menjadi narsumber pertama memberi makalah dengan judul “ Memelihara prinsip-prinsip kerukunan pada masyarakat muktikultural”.

Menurut Syafii Mufid, sejak 2015 FKUB sudah berikrar meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog mengajak semua warga khususnya warga DKI membangun Jakarta yang damai dan aman.

Kegiatan kali ini memberi arahan bagaimana membagun kerukunan. Bagaimana roses sosial dimulai dari proses kasih sayang, tanpa proses kasih sayang manusia akan tumbuh menjadi orang yang tdak punya perasaan, imbuhnya

Kerukunan itu dibangun dengan mengembangkan etika dan spritualitas. Tafsir agama sebaiknya diambil dengan menjunjung tinggi kebersamaan. Antar kelompok mesti membuka diri, tidak eksklusif/kumpul dengan kelompoknya sendiri dan selalu membangun dialog.

Syafii Menambahkan bahwa, index kerukunan Umat Beragama di Provinsi DKI Jakarta berada di level 15 dari 34 provinsi. dan Index kerkunan umat beragama tertinggi di Indonesia ditempati oleh Provinsi Papua dan index yang terendah ditempati oleh provinsi Aceh, lanjutnya.

Kerukunan Umat Beragama di Jakarta sekarang ini sedikit terganggu dengan pelaksanan Pilkada Gubernur DKI Jakarta, dampak pilkada provinsi DKI Jakarta kali ini sangat luar biasa, tercipta saling curiga antar umat beragama. Dan FKUB provinsi DKI Jakarta dan Alumni SABDA mesti siap menjadi pemadam kebakaran konflik yang ada, tandasnya.

2

Pada sessi kedua yang menjadi narasumber Firdaus Syam, MA PhD(Dosen Pasca Sarjana Universitas Nasional) dengan materi paparan “Tumbuhkan Sikap Toleransi Melalui Spiritualitas Akidah Yang Benar Dan Kokoh”.

Menurut Firdaus, Indonesia ini dikarunia kekayaan yang luar biasa. Kemajemukan budaya, agama, flora fauna dan lain-lain. Ada banyak flora dan fauna yang ada di sini tidak ada di negeri orang. Tidak ada satupun suku yang tidak percaya Tuhan.

“Fitrahnya manusia adalah percaya adanya Tuhan”.

Firdaus menambahkan, Islam berasal dari kata Asalam yang artinya kasih sayang. Orang Islam di Indonesia sebagai agama mayoritas punya tanggung jawab besar mewujudkan kasih sayang dengan yang lain.

Tugas utama FKUB menciptakan kerukunan dengan cara membangun silahturahmi, menumbuhkan cinta kasih, saling mendoakan. Silahturahmi hendaknya dimulai dari keluarga, komunitas, masyarakat, pangkasnya.

Semantara itu AKBP Jajang Hasan Basri, S. Ag, M.Si. selaku Kabag Direktorat Bimas Polda Metro Jaya menjelaskan kondisi Situasi Aktual Kamtibmas Provinsi DKI Jakarta.

“Situasi Jakarta umumnya aman karena dapat dikendalikan. Situasi Kamtibmas saat ini ada 3 issue yang sedang hangat yaitu issue bangkitnya paham komunisme, issue Khilafah Islamiyah, issue Syariat Islam”

“Issue tersebut muncul dan beredar di media social dan kita perlu duduk bersama untuk mengklarifikasi issue tersebut”.

AKBP Jajang menambahkan, yang tidak kalah penting sekarang ini Issue Politik yang banyak menyita perhatian masyarakat,yaitu issue pilkada DKI Jakarta. Pilkada DKI Jakarta ini serasa pilpres. Akan tetapi Issue tersebut tidak perlu ditakutkan sampai tidak mau datang ke TPS.

“Kami sudah melakukan safari kamtibmas bersama FKUB Jakarta, berkunjung ke Gereja, Masjid, Klenteng, Pura, Vihara untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Putatan Kedua”.

Peserta dialog lintas agama ini diikuti oleh delapan puluh orang, perwakilan dari majelis agama diwilayah Jakarta Pusat. Dan yang menjadi panitia pelaksana kegiatan tersebut adalah Alumni SABDA FKUB Jakarta.(fkub/budi)