Pernyataan Sikap FKUB DKI Jakarta atas Aksi Bom Bunuh diri di Surabaya

Ketua FKUB DKI Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid didampingi para pimpinan majelis-majelis agama

(FKUB JAKARTA) Menyikapi aksi bom bunuh diri yang terjadi pada hari minggu 13/5/2018 di Tiga gereja di Surabaya yaitu gereja Santa Maria Takbercela, gereja Pantakosta dan  GKI Jl. Diponegoro.

Forum Kerukunan Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta bersama pimpinan majelis-majelis agama dan organisasi sosial keagamaan melakukan pernyataan sikap mengutuk tindakan bom bunuh diri yang menimpa tiga gereja di Surabaya. Kegiatan pernyataan sikap dilakukan di Hotel Sentral Jl. Pramuka Raya – Jakarta Pusat (14/5/2018).

Isi Pernyataan Sikap FKUB Provinsi DKI Jakarta dan tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan antara lain:

  1. Sangat menyesalkan dan mengutuk keras segala macam bentuk tindakan kekerasan dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan apapun motifnya karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama manapun.
  2. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada semua korban kekerasan dan tindak terorisme yang menimpa beberapa gereja di Surabaya. Semoga semua keluarga korban diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan;
  3. Mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat, tepat sampai tuntas segala gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut untuk menyelesaikan msalah kekerasan dan terorisme dengan seksama, menyeluruh dan berkesinambungan tidak parsial serta sporadis;
  4. Menghimbau seluruh tokohg agama, tokoh masyarakat, elit politik dan masyarakat untuk menghindarkan komentar komentar yang akan memperkeruh keadaan. “Jangan issue peristiwa terorisme ini untuk kepentingan politik yang sesaat”. Saling mencurigai kelompok agama satu sama lain yang menghancurkan kerukunan dan persatuan bangsa.
  5. FKUB PROVINSI DKI JAKARTA menghimbau seluruh masyarakat umat beragama tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjwab. Masyarkat hendaknya tidak berspekulasi dan mengaitkan pemboman dengan peristiwa politik dan kelompok agama tertentu agar situasi tetap kondusif dan harmonis.

Pernyataan sikap di tanda tangani oleh ketua dan sekretaris FKUB DKI Jakarta, pimpinan majelis-majelis agama dan perwakilan dari dua puluh satu organisasi sosial keagamaan, yaitu: PW NU DKI Jakarta, PW Muhamadiyah DKI Jakarta, PW Al Washliyah DKI Jakarta, DPW LDII DKI Jakarta, Fatayat NU, Mathla’ul Anwar, DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, DPW Syarikat Islam DKI Jakarta, PW Aisyiyah, PW NA, PITI DKI Jakarta, Himpunan Bina mualaf Indonesia DKI Jakarta, Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT), PERTI, Muslimat NU, Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, DPW BKPRMI DKI Jakarta, JPPRMI, PW PGLII DKI Jakarta, PGPI DKI Jakarta, GMAHK DKI Jakarta, LP Ma’arif NU DKI Jakarta.

Kegiatan Pernyataan Sikap tersebut juga disaksikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gembong Warsono, S.IP., MM, Badan Kesbangpol DKI Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. (fkub/budi?

 

Penyerahan Rekomedasi Pembangunan Masjid Al Falah

(FKUB-Jakarta ) FKUB Provinsi DKI Jakarta menyerahkan surat rekomendasi pembanguan masjid Al Falah beralamat: Jl. Cipinang Jaya 1A Rt.10/07 Kel. Cipinang Besar Selatan-Jatinegara – Jakarta Timur.

Penyerahan surat rekomendasi pembangunan masjid Al Falah dilakukan dikantor FKUB Provinsi DKI Jakarta – Graha Mental Spiritual lt. 4, Jl, Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang Jakarta Pusat (12/4).

Surat rekomendasi pembangunan masjid Al Falah diberikan setelah FKUB provinsi DKI Jakarta menerima surat permohonan rekomendasi dari panitia pembangunan masjid Al Falah, dan FKUB Provinsi DKI Jakarta telah memeriksa kelengkapan persyaratan memperoleh rekomendasi pembangunan rumah ibadah, serta FKUB provinsi DKI Jakarta telah melakukan proses verifikasi lokasi pembangunan masjid Al Falah pada hari rabu 28 maret 2018.

Masjid Al Falah berdiri sejak 1985 berdiri ditengah –tengah permukiman masyarakat  Rt.10/07 Kel. Cipinang Besar Selatan-Jatinegara – Jakarta Timur. Masjid Al Falah selain digunakan untuk beribadah dan digunakan juga untuk menimba ilmu keagamaan serta kegiatan sosial masyarakat. Melihat kondisi bangunan masjid Al Falah yang sudah tua, maka sepantasnya untuk dilakukan renovasi pembanguan agar dapat memberi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Surat rekomendasi masjid Al Falah diserahkan oleh ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid kepada ketua panitia pembangunan masjid Al Falah Sugito.(fkub/budi)

 

Perjalanan Capacity Building FKUB Provinsi DKI Jakarta

Drs. Dedy Sosialisto-Plt. Kepala Bidang KEsatuan bangsa Kota surabaya dan KH. Ahmad Syafii Mufid Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta

(FKUB-JAKARTA) Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Timur dalam rangka Capacity Building guna meningkatkan kapasitas anggota FKUB Provinsi DKI Jakarta, kunjungan dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal, 19-22 Maret 2018.

Pilihan sasaran perjalanan ke daerah Jawa Timur sangat penting untuk capacity building dalam rangka bina damai. Bagi FKUB DKI Jakarta, kunjungan ke luar negeri maupun dalam negeri bahkan di dalam kota Jakarta adalah untuk tujuan besar, kerukunan atau bina damai. Mandat yang diemban oleh FKUB Provinsi DKI Jakarta mengharuskan semua untuk terus menerus meningkatkan pengetahuan, menambah pengalaman dan memahami dinamika kemanusiaan, sosial, keagamaan dan kebangsaan.

Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam perjalanan ini. Hari Pertama, FKUB Provinsi DKI Jakarta berkunjung ke kota Surabaya untuk bertemu dan berdialog dengan mitra, FKUB kota Surabaya dan FKUB Provinsi Jawa Timur. Semula, pada pertemuan dengan FKUB Kota Surabaya, rombongan dapat bertemu dengan Walikota Surabaya, tetapi karena ada tamu dari Liverpool, FKUB DKI hanya bertemu dengah PLT. Kepala Badankesbangpol serta pimpinan FKUB setempat. Isu yang dibicarakan adalah seputar bina damai yang terkait dengan pembangunan dan penataan kota tanpa penggusuran, kesejahteraan sosial terutama untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PSK) yang melibatkan peran ormas, yakni Muhammadiyah di wilayah Dupak.

Selanjutnya FKUB Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan ke kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur, berdialog dengan FKUB Provinsi Jawa. Rombongan FKUB DKI Jakarta diterima oleh Sekretaris kesbang, dewan penasihat dan pimpinan serta anggota FKUB Jawa Timur.

Foto bersama pengurus FKUB DKI Jakarta dan Pengurus FKUB Provinsi Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur memiliki residu konflik sosial keagamaan terkait kasus Sampang, yang melibatkan komunitas Syiah dan masyarakat setempat. Problem berkepanjangan. Sudah satu windu kejadian, korban pengungsi belum mau kembali, dan korban masyarakat belum mau menerima kembali mereka. Penerintah daerah harus mengeluarkan dana besar untuk menjamin kehidupan para pengungsi. Tentu sangat nembebani pikiran dan sumber daya pemerintah daerah. Namun, pemerintah menurut Kesbangpol Provinsi Jawa Timur tetap dalam semboyannya “Pemerintah itu tugasnya Ngayomi dan Ngayemi”. Artinya pemerintah harus melindungi rakyat dan membuat tenang masyarakatnya. Mengakhiri kunjungan di Surabaya, peserta city tour ke jembatan Suromadu, tol yang menghububgkan kota Surabaya dengan Bangkalan Madura. Semestinya, setelah itu akan ziarah ke makam Sunan Ampel dan mengamati kehidupan masy multikultural di wilayah tersebut, tetapi karena ada anggota yang sakit, rombongan langsung pulang ke penginapan dan mengurus teman yang perlu dirawat.

Lesson learn dari Surabaya adalah, kehidupan multikultural masyarakat telah berlangsung lama, sejak abad 14 hingga sekarang. Mereka saling mengenal, saling menghormati dan bekerjasama, atau toleransi. Cukup sudah pembelajaran tentang bina damai digali dari khasanah budaya kita sendiri.

Pelajaran berharga lainnya, yang juga dapat dijadikan bukti bahwa kerukunan umat beragama di wilayah Jawa Timur. Pada abad 19 di Ngoro dan Mojowarno telah tumbuh komunitas Kristen pertama bagi masyarakat Jawa. Komunitas ini membangun jemaat Gereja
Kegiatan hari Hari Kedua, dilanjutkan kunjungan ke Trowulan, disini rombongan mendapatkan pelajaran di mana situs kerajaan Majapahit pernah menjadi negara besar abad 14 – 15. Negara ini hilang ditelan oleh sejarah karena pertikaian atau konflik politik yang berkepanjangan. Majapahit meninggalan pesan dan pelajaran yang sangat luar biasa bagi bangsa ini dengan semboyannya “Bhineka Tunggal Ika”  meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan Majapahit yang terkenal itu telah diterima oleh bangsa Infonesia sebagai salah satu kesepakatan nasional.
Rombongan FKUB DKI Jakarta menyempatkan mengunjungi Patung Buddha Tidur (Sleeping Buddha) ini terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di tengah perkampungan yang dekat dengan desa persawahan, sehingga menjadikan suasana disana menjadi tenang dan sejuk khas pedesaan. Tempat ini sering mendapat kunjungan wisatawan, baik untuk beribadah maupun rombongan non-Buddhis, terutama hari libur sekolah yang banyak dikunjungi oleh para pelajar. Pihak pengelola vihara cukup terbuka menerima kedatangan rombongan dan akan memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan keberadaan tempat ini.
Selanjutnya rombongan FKUB DKI Jakarta melanjutkan kunjungan ke Gereja Kristen Jawi Wetan yang beralamat di Jl.Merdeka No.2, Mojowangi, Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61475. Gereja Kristen Jawi Wetan pertama kali dideklarasikan pada tanggal 11 Desember 1936 di salah satu Jemaat Kristen Jawa terkemuka saat itu. Setelah itu, rombongan FKUB DKI Jakarta melanjutkan perjalannya dan menyempatkan berjiarah ke makam Gus Dur Presiden Republik Indonesia Ke-4. Kegiatan FKUB DKI Jakarta pada hari kedua berakhir di Pondok Pesantren Wali Barokah, sebuah pesantren untuk mendidik mubaligh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Tokoh litas agama yang ikut rombongan ini menjadi tahu apa itu pesantrenm apa itu LDII dan bagaimana relasi sosial serta perananny dalam bina damai di wilayah Kediri. Di Kediri, LDII berhasil menjadi salah satu penggerak kerukunan dan kedamaian. Buktinyam FKUB DKI Jakarta diterima oleh pimpinan pesantren KH.Sunarto didampingi oleh tokoh-tokoh lintas agama dan bahkan tokoh penghayat kepercayaan.
Kegiatan hari Hari Ketiga, Rombongan FKUB DKI Jakarta melanjutkan perjalanan menuju ke Kota malang dan menyempatkan mampir ke makam Bung Karno Presiden Pertama Republik Indonesia.
Kegiatan hari Hari Keempat, rombongan FKUB DKI Jakarta berkunjung ke Keuskupan Malang, kegiatan kunjungan diisi dengan berdialog dengan Uskup Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm dan tokoh lintas Iman Kota Malang.(fkub/budi)

FKUB DKI Jakarta Menggelar Pentas Seni Budaya di Balai Kota

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Syaiful idayat memberikan sambutan.

(FKUB Jakarta) Provinsi DKI Jakarta merupakan barometer bagi bangsa Indonesia, karena Jakarta adalah Ibukota Negara sekaligus miniatur Indonesia. Provinsi DKI Jakarta memiliki tantangan besar memelihara keharmonisan dan kerukuanan antar umat beragama ditengah –tengah warganya yang multi etnis dan beragam latar belakang.

Forum Kerukunan Umat Beragama) DKI Jakarta bersama Alumni SABDA (Sekolah Agama dan Bina Damai) menyelenggarakan kegiatan pentas seni dan budaya anak lintas iman bertema ‘Indonesia Bangkit’ bertempat di Pendopo Balaikota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu siang (23/09/17).

Kegiatan pentas seni ini mementaskan pagelaran berbagai aktifitas anak-anak seperti permainan, mewarnai, dongeng serta pentas kesenian dan musik tradisional Indonesia yang diikuti sebanyak 600 anak-anak lintas iman utusan sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP yang berasal dari agama Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Khonghucu, dan Hindu.

Dalam acara tersebut dimeriahkan oleh Tarian Pencak Silat, Pertunjukan musik Angklung, Barongsay dan tarian tradisonal lainnya yang merupakan partisipasi dari masing masing majelis agama.

Menurut  KH. Ahmad Syafii Mufid selaku ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta,  kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk menanamkan arti kerukunan sejak dini.

Untuk merekatkan kebhinekaan yang didambakan, meneguhkan kembali kebersamaan anak-anak maupun seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi Republik Indonesia.

“Acara kita helat dengan harapan dan tujuan agar Jakarta lebih baik lagi, damai hidup bersama dan menjaga kerukunan,”

Ahmad Astamar selaku ketua panitia penyelenggara menambahkan, bahwa keberagaman identitas bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang patut kita dirawat dan disyukuri.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraannya menyaksikan pentas seni yang ditampilkan sejumlah anak lintas agama yang berasal dari berbagai sekolah di Jakarta ini.

“Saya senang sekali, saya bangga kepada anak-anak kita, yang kemudian menggugah tentang komitmen bahwa anak-anak ini harus diperlakukan sama,” kata Djarot.(fkub/budi)

KH. Syafii Mufid: Rekonsiliasi dan Mediasi Pasca Pilkada

(FKUB Jakarta) Dinamika politik pasca penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2017 memunculkan polirisasi di masyarakat. Polarisasi disebabkan oleh pemanfaatan isu primodial terkait suku, agama, ras dan antargolongan disertai ujaran kebencian.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini tidak boleh memihak kepada salah satu calon. FKUB Provinsi DKI Jakarta selalu berupaya untuk menyatukan pihak-pihak berselisih.

Alhamdulillah Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2017 dapat berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada kerusuhan yang berarti.

“Setelah terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru pasca Pilkada, mari semua pihak yang terpecah untuk  menjadi satu membangun Kota Jakarta” ujar KH. Syafii Mufid pada saat memberikan materi pada lokakarya “Mediasi dan Resolusi Konflik Keagamaan” di Villa Renata Cipanas, (26/7/2017)

Lokakarya Mediasi dan Resulusi Konflik Keagamaan diselenggarakan oleh PUSAD Paramadina bekerjasama dengan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada (MPRK) Jogjakarta dan FKUB Provinsi DKI Jakarta, berlangsung selama empat hari, 24-27 Juli 2017 di Villa Renata – Cipanas, Cianjur Jawa Barat.

FKUB DKI Jakarta telah melakukan Rekonsiliasi dan Mediasi Pasca Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk menyatukan pihak-pihak yang bertikai untuk menjadi satu kembali.

Upaya-upaya yang dilakukan FKUB DKI Jakarta adalah, Program 100 hari rekonlisiasi antar pendukung, Perlu memberikan penjelasan kepada elit, bahwa pilkada adalah kontestasi, Stop reproduksi Isu SARA, Melakukan Silaturrahmi dan Saling Memaafkan dan Mengumpulkan para tokoh muslim dan non muslim untuk saling memaafkan setelah kejadian Pilkada.

“Alhamdulillah FKUB DKI Jakarta dapat berperan dalam pelaksanaan rekonsiliasi dan mediasi pasca pilkada DKI Jakarta 2017”, imbuhnya.

Syafii menambahkan, FKUB DKI Jakarta kini telah berkembang menjadi lembaga Bina Damai, tidak hanya melakukan tugas pokok saja, tapi bias berperan dalam mencipktakan kedamaian di Jakarta.

Prinsip FKUB DKI Jakarta dalam menjaga kerukunan Kota Jakarta adalah “Mengagungkan Tuhan, Memuliyakan Manusia”,(budi/fkub)

FKUB DKI Jakarta Teken Nota Kesepahaman Dengan Yayasan Global Peace Foundation

Ketua FKUB DKI Jakarta - KH. Ahmad Syafii Mufid (kiri) dan Dr. Chandra Setiawan- Ketua Yayasan Global Peace Foundation Indonesia

Ketua FKUB DKI Jakarta – KH. Ahmad Syafii Mufid (kiri) dan Dr. Chandra Setiawan- Ketua Yayasan Global Peace Foundation Indonesia

(FKUB Jakarta) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta teken nota kesepahaman dengan Yayasan Perdamaian Global Indonesia (Global Peace Indonesia Foundation) terkait dengan upaya menciptakan perdamaian dan kerukunan umat beragama melalui kegiatan dibidang kepemudaan dan pembangunan ekonomi dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dikantor FKUB DKI Jakarta, Ghara Mental Spiritual Lt.4 – Jl. Awaludin II, Kebun Melati – Tanah Abang – Jakarta Pusat (6/6/2017).

Kegiatan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) ini dimaksudkan adalah sebagai dasar kemitraan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta dengan Yayasan Perdamaian Global Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dalam pendayagunaan kelembagaan lainnya secara terencana, terkoordinasi, terorganisir, terpadu dan menyeluruh serta mensinergikan kegiatan-kegiatan dalam mendukung upaya menciptakan perdamaian dan kerukunan umat beragama di Provinsi DKI Jakarta khususnya dan bagi Indonesia pada umumnya.

Dalam sambutannya ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, KH. Ahmad Syafii Mufid mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Global Peace Indonesia Foundation mau bekerjasama dengan FKUB DKI Jakarta.

“Dengan kehadiran lembaga GPF ini menghadirkan semangat baru, Prespektif baru dan karya baru buat FKUB Jakarta”.

Ketua FKUB DKI Jakarta berharap dengan kerjasama ini mampu menciptakan kerukunan dan perdamaian di Jakarta khususnya dan Dunia.

Sementara itu Dr. Chandra Setiawan selaku pimpinan Global Peace Indonesia Foundation menjelaskna bahwa, GPF bediri dari tahun 2010, dan sudah banyak memiliki hubungan dengan oganisasi diseluruh dunia.

Global Peace Indonesia Foundation pada 2010 mengadakan Global Peace Festival Asia Pastific, bekerjasama dengan NU, dan melibatkan para tokoh agama dilaksanakan di Glora Bung Karno yang dihadiri oleh 35.000 orang peserta.

IMG_1513

Menurut Chandra, “Perdamaian itu tidak akan terwujud kalau kita tidak menganggap bahwa kita ini bersaudara sesama manusia”.

Chandra menambahkan, kerjasama lintas agama adalah salah satu caru untuk mencapai persaudaraan dengan rasa damai.Dunia kalau mengabaikan posisi umat lintas agama maka perdamaian tidak mungkin akan tercapai, jadi kerjsama itu sangat penting, imbuhnya.

Chandra juga meyakini bahwa, keluarga menjadi pondasi untuk melangkah lebih jauh, jadikan keluarga menjadi sekolah yang mengajakan cinta kasih.

Perlu kita tanamkan kepada anak-anak agarmemiliki semangat melayani sejak dini sehingga bisa menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa hidup sendiri didunia ini.

“Hidup kita harus berati buat orang lain, kebaikan itu tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi kebaikannya itu bemanfaat buat orang lain”.

Chadra juga berharap, kerjasama dengan FKUB Jakarta bisa merekatkan kembali kerukunan pemuda-pemuda lintas agama yang sempat terkoyak akibat pengaruh Pilkada DKI Jakarta, dan terjadi kemerosotan yang luar biasa teruatama melalui pengunaan media sosial.

FKUB Jakarta merupakan salah satu FKUB yang terbaik di Indonesia sehingga bisa menjadi contoh, dan bisa menunjukan bahwa DKI Jakarta ini menjadi pusat perdamaian, pungkasnya.(fkub/budi)

DPD Walubi Jakarta Menggelar Acara Karya Bakti

IMG-20170430-WA0033(FKUB-Jakarta) Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2561, DPD WALUBI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan Nasional, minggu 30/4/17.

Kegiatan Karya Bakti dimulai dari pukul 07.00, diawali dengan upacara singkat dan doa bersama dipimpin oleh Bikkhu sangha, dan selajutnya diteruskan dengan kegaitan bersih-bersih makam pahlawan dan tabur bunga.

Menurut Pdt. Liem Wira Wijaya selaku ketua DPD Walubi Jakarta dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan bersih-bersih makam pahlawan ini merupakan ungkapan terima kasih kepada tokoh nasional yang kita anggap sebagai guru dan suri tauladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita boleh berbangga bahwa hanya Walubi yang sudah bertahun-tahun secara berkesinambungan berkesempatan beramal bakti membersihkan taman makam pahlawan diseluruh Indonesia, khusunya di Provinsi DKI Jakarta”

Pdt. Liem menambahkan, sebagai umat Buddha kita memiliki seorang Buddha Gautama sebagai figur tauladan dalam kehidupan rohani. Sebagai mana yang diajaranya, kita berkewajiban menyatakan terima kasih kepada:

Pertama: Terima kasih kepada Hyang Triratna (Buddha, Dhamma dan Sanggha) yang telah memberikan bimbingan rohani kepada kita dalam mengarungi kehidupan, Kedua: berterima kasih kepada Negara dimana kita lahir, besar, berkarya dan mati nantinya, Ketiga: berterima kasih kepada orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, memberikan pendidikan dan bimbngan bagi kita untuk menjadi manusia yang mandiri, berguna bagi keluarga dan masyarakat sekitar, Keempat: berterima kasih kepada guru yang telah mewariskan ilmu pengetahuan, ketrampilan sebagai bekal kita untuk hidup mandiri dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara.

IMG-20170430-WA0045

Kegiatan Karya Bakti membersihkan makam pahlawan nasional ini merupakan salah satu rangkaian peringatan hari Trisuci Waisak.Hari Waisak memiliki tiga momentum penting bagi umat Buddha, yaitu kelahiran Siddharta Gotama, pencapaian menjadi Buddha dan mangkatnya Buddha. Untuk acara Waisak sendiri akan dilaksanakan di Candi Borobudur pada tanggal 11 Mei 2017.

Acara Karya Bakti kali ini diikitu oleh sekitar 650 umat Buddha di sekitar Jakarta.(fkub/budi)

Ka.Kanwil Kementerian Agama Jakarta, Dr. Abdurrahman:”Pluralitas Ini Harus Kita Jaga Dan Rawat”

Dr. H.Abdurrahman - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

Dr. H.Abdurrahman – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

(FKUB-Jakarta) Kegiatan Sekolah Agama-Agama Dan Bina damai (SABDA) ini sangatlah penting. Karena ini merupakan salah satu icon dalam rangka merawat kerukunan di Jakarta.

Masalah kerukunan ini merupakan masalah yang dinamis dan terus bergerak. Kita tidak dapat bisa memastikan atau menjamin bahwa di negara Republik Indonesia ini tidak akan timbul konflik. Bahkan potensi ke arah konflik itu sangat besar, hal tersebut dikatakan Dr. H. Abdurrahman – Ka.Kanwil Kementerian Agama Povinsi DKI Jakarta pada acara SABDA Khusus penyuluh agama dikalangan kementrian Agama Povinsi DKI Jakata, pada hari Selasa, 11/4/2014 di Hotel Bahtera – Cipayung -Megamendung Bogor.

Indonesia ditinjau secara geografis terdiri dari banyak pulau dan suku bangsa serta berbagai agama yang hidup subur di negeri yang kita cintai ini. Artinya bahwa perbedaan menjadi satu keniscayaan di Republik kita ini. Sebagai orang bangsa Indoensia yang dilahirkan, tidak bisa tidak, kita dihadapkan kepada situasi yang majemuk (plural), tambahnya.

“Pluralitas inilah yang harus kita jaga dan rawat, Apalagi, kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Dan menjadi tugas kita bersama bagaimana merawat kebhinekaan menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja”.

Abdurrahman menambahkan, Negara memberikan kebebasan kepada penduduknya untuk melaksanakan agamanya sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Di dalam Undang-undang sistem Pendidkan Nasional No.20 dikatakan bahwa setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama dan kepercayaan yang diyakininya. Misalnya, orang Islam yang belajar di sekolah non Islam maka dia berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan yang diyakini oleh anak murid tersebut. Begitu juga sebaliknya,  Ini merupakan tugas kita bersama dan tugas negara.

“Saya kira tidak ada di negara lain yang setiap hari besar keagamaan  pemerintah ikut memfasilitasi dengan memberi kesempatan libur kepada setiap pemeluk agama, bahkan menjadi hari libur nasional”, imbuhnya.

DSC00065

Mantan Ka.Kanwil Lampung ini menjelaskan bahwa, pemeliharaan kerukunan umat beragama dengan pemerintah adalah sebagai konsepsi alamiah sebagaimana konsepsi  Alamsyah seorang Menteri Agama yang terdahulu dengan Tri Kerukunan Umat Beragama. Kerukunan antar  umat beragama, kerukunan intern umat beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Potensi ketidakrukunan antara umat beragama ini akan berimplikasi kepada ketidakrukunan secara nasional. Oleh karena itu pemerintah menyadari bahwa pangkal kerukunan itu adalah rukun antar sesama pemeluk agama, tambhanya.

Oleh Sebab itu, bagaimana kita membangun keragaman, realitas harmonis adalah keharusan. Artinya, bagaimana kita menjadikan Jakarta ini sebagai masyarakat yang ta’at beragama,

“Jakarta adalah barometer, tenangnya Jakarta akan menjadi tenangnya Republik ini. Bergolaknya Jakarta maka Republik ini akan terjadi gejolak”.

Pada kesempatan itu Ka.Kanwil menyampiakan harapannya kepada penyuluh – penyuluh agama baik itu penyuluh PNS maupun Non PNS bahwa tugas penyuluh itu adalah memberikan penerangan yang baik ditengah-tengah masyarakat.

“Saya berharap kepada saudara-saudara sekalian, baik itu penyuluh PNS maupun Non PNS bahwa tugas penyuluh itu adalah memberikan penerangan yang baik”

Dan diharapakan setelah mengikuti sekolah SABDA ini saudara-saudara telah memilili bekal bagaimana menjadi seorang tokoh itu memiliki sikap toleran.

Ka.Kanwil juga menegaskan bahwa, dengan bersikap toleran tersebut bukan untuk melacurkan diri. Bersikap toleran itu berarti memberikan penghargaan kepada orang lain untuk melaksanakan ajaran agamanya sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Dan juga didalam menyebarkan agama itu tidak boleh menyebarkan kepada penduduk yang sudah beragama. Jadi, melakukan pembinaan atau penyebaran agama kepada umat masing-masing. Kecuali yang dimungkinkan oleh peraturan atau undang-undang, tegasnya.

Penyelenggaraan SABDA Khusus Penyuluh Agama ini atas kerjasama antara FKUB Provinsi DKI Jakarta denga Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, dilaksanakan selama Tiga hari dari tanggal 11-13 April 2017 di Hotel Bahtera, Jl. Cipayung – Megamendung.

Peserta SABDA khusus Penyuluh agama ini diikuti oleh penyuluh Islam tiga belas orang, penyuluh Kristen enam orang, penyuluh Katolik enam, penyuluh Hindu enam orang, penyuluh Buddha  lima orang dan penyuluh Khonghucu empat orang dan jumlah totalnya empat puluh orang.sedangkan narasumbernya dari FKUB DKI Jakarta dan Global Peace Foundation.(fkub/budi)

 

AKBP Anjar Gunadi: “DKI Jakarta sebagai Barometer Demokrasi di Republik Indonesia”

Wadir Binmas Polda Metro Jaya - AKBP Anjar Gunadi

Wadir Binmas Polda Metro Jaya – AKBP Anjar Gunadi

(FKUB-Jakarta) Pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2017 merupakan boremeter demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu pelaksanaanya pun harus sukses, yaitu terselenggara secara tertib, aman dan damai.

“Maka kami berpesan hendaknya warga Jakarta harus mempergunakan hak pilihnya sebaik mungkin dan meninggalkan perilaku-perilaku yang tidak terpuji”, demikian paparan yang disampaikan oleh AKBP Anjar Gunadi, Wadir Binmas Polda Metro Jaya pada acara safari Kamtibmas 2017 selepas sholat magrib berjama’ah di masjid Cut Meutia Jakarta Pusat. Senin (3/4/2017).

Pada kesempatan silaturahim tersebut, AKBP Anjar Gunadi bersama rombongan terlebih dahulu memperkenalkan dirinya, lalu beliau menyampaikan pesan dari Kapolda Metro kepada para jama’ah bahwa, “saat ini khusus DKI Jakarta sedang menghadapi Pilkada putaran kedua bulan April ini. Kami aparat Kepolisian tidak memihak kemanapun yang penting buat kami DKI Jakarta itu harus aman.” ungkapnya.

Ditambahkannya, “pelaksanaan Pilkada di DKI Jakarta harus berjalan dengan lancer. Jangan sampai peristiwa 1998 terulang kembali yang membawa dampak buruk bagi warga DKI Jakarta.”

KH. Ahmad Syafi'i Mufid - Ketua FKUB Povinsi DKI Jakarta

KH. Ahmad Syafi’i Mufid – Ketua FKUB Povinsi DKI Jakarta

Di tempat yang sama, K.H. Ahmad Syafi’i Mufid, Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, yang menyertai rombongan Polda Metro menyampaikan tausiyahnya bahwa “kita umat Islam harus menjadi umat yang memiliki akhlakul karimah, diantaranya yaitu hendaknya kita mengedepankan musyawarah mufakat. Jangan melakukan provokasi dan kekerasan. Bila terjadi kekerasan maka yang ada adalah balas dendam. Begitu seterusnya.”

“Kalau kita melihat jumlah penduduk DKI Jakarta, sebagian besar masih berpendidikan rendah. Demikian juga masalah ekonominya. Ke depan, hadirnya Pilkada semoga membawa dampak positif, yaitu mampu menjawab ketertinggalan dua persoalan ini”, tuturnya.(fkub/imsal)

Safari Kamtibmas Polda Metro Jaya, AKBP Jajang Hasan Bisri: “Pilkada Aman Dan Damai”

AKBP Jajang Hasan Bisri - KBO Binmas Polda Metro Jaya

AKBP Jajang Hasan Bisri – KBO Binmas Polda Metro Jaya

(FKUB-Jakarta) Menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta putaran Kedua, yang akan berlangsung pada tanggal 19 April 2017. Polda Metro Jaya bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jakarta menyelenggarakan kegiatan Safari Kamtibmas.

Pilkada aman dan damai itulah harapan masyarakat Jakarta khususnya, terkait pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan memilih gubernur dan wakil gubernur yang tengah berlangsung di tahun 2017 kali ini.

“Kami mengharapkan pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini semua berjalan aman, lancar dan damai”, demikian ungkap AKBP Jajang Hasan Bisri, selaku KBO Binmas Polda Metro Jaya selepas melaksanakan sholat Jum’at bersama jama’ah di Masjid Jami’ Matraman Jakarta Pusat (31/3/2017).

Dalam mengawali safari Kamtibmas Polda Metro Jaya, AKBP Jajang Hasan Basri dalam sambutannya meminta masyarakat Jakarta untuk selalu waspada terhadap isu-isu negative terutama terkait dengan berita yang mudah tersebar di media social.

Pada kesempatan ini, AKBP Jajang menghimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang beredar di media social yang bersifat provokatif, ataupun berbagai berita yang bernada mendiskriditkan suatu golongan.

 “Seperti peristiwa yang terjadi pagi tadi, yaitu ketika saya mendapat kiriman foto di Washapp ada orang lagi menempelkan stiker di mobil yang bertuliskan “Pribumi”. Orang yang menempelkan itu adalah orang tertentu yang berpakaian hitam. Setelah dicek ternyata berita tersebut merupakan kejadian pada tahun lalu.” ungkapnya.

Ditambahkannya, “apalagi ada hembusan berita yang menyatakan bahwa Pilkada DKI Jakarta sekarang ini berada pada level kerawanan yang paling tinggi. Kalau kita tidak memulai dan kita tidak terprovokasi maka semuanya akan berjalan lancar-lancar saja.”

AKBP Jajang berpesan, masyarakat Jakarta harus lebih cerdasi lagi dalabm mensikapi terhadap segala issue yang berkembang bernuansa SARA, agar pesta demokrasi di Provinsi DKI Jakarta dapat berjalan dengan aman, dan lancar.

KH. Ahmad Syafii Mufid -Keta FKUB Provinsi DKI Jakarta

KH. Ahmad Syafii Mufid -Keta FKUB Provinsi DKI Jakarta

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta, K.H. Ahmad Syafi’i Mufid memberikan ceramah kepada Jama’ah sholat Jum’at.

Mengawali ceramahnya beliau berpesan bahwa dalam abad millennium sekarang ini, dimana orang banyak menyebutnya sebagai tanda-tanda akhir zaman, hendaknya kita harus mewaspadai bahaya fitnah terutama yang ditimbulkan oleh Dajjal (pembohong atau kebohongan).

“Bila kita mau memahami makna kisah ashabul kahfi (tujuh pemuda gua), ketika dibangkitkan dari tidurnya bersamanya ada koin yang ternyata kemudian uang tersebut tidak laku. Sesungguhnya arrokim (coin) dalam Bahasa Indonesia adalah bandrol. Dari zaman ashabul kahfi sampai kepada zaman dimana segala sesuatu itu ada bandro/label harganya, yang artinya adalah pasar global, dan inilah yang disebut sebagai puncaknya dari berbagai macam kebohongan”, ungkapnya.

Ketika dalam keadaan yang sudah seperti itu hendaknya kaum muslimin harus berhati-hati karena akan banyak fitnah. Terutama fitnah yang paling berat di dunia ini adalah fitnah yang berkaitan dengan tahta, harta dan wanita—begitulah filosofi orang Jawa menyebutkan. Bila dalam Bahasa Rasululloh SAW adalah hubbuddunya wakarohiyatul maut  (cinta dunia dan takut mati). “Inilah fitnah yang sudah sangat luar biasa kehadirannya”, imbuhnya.

Kapankah fitnah Dajjal itu hadir? Kiayi yang berasal dari Demak ini menjelaskan, “Fitnah itu hadir dan bisa dilihat ketika terjadi pergantian kepemimpinan.”

Oleh karena itu Kiayi Ahmad Syafi’i Mufid berharap, “Marilah kita kuatkan Jakarta jangan sampai mau diadu domba, dan jangan pula mau diajak untuk berbuat kerusakan (fasad)”.

Kalau ada yang melanggar hukum, maka silahkan laporkan kepada bapak polisi. Kalau berkaitan dengan Pemilu Pilkada saya sudah tidak perlu lagi mengajarkan bebek berenang. Karena bapak-bapak sudah pasti memahaminya harus kemana pilihannya. Tapi kalau sampai terjadi berita seperti yang bapak Jajang sebutkan tadi, itu akan berakibat fatal.”

Diakhir ceramahnya, Ahmad Syafi’i Mufid mengajak kepada hadirin, “Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT bahwa negeri Jakarta menjadi negeri yang adil, makmur dan diridhoi oleh Allah SWT. Semua masyarakat Jakarta sehat lahir dan bathin. Tidak kekurangan sandang, pangan dan papan. Gemah ripah loh jinawi totok tentrem kerto raharjo.”

2

Hadir juga pada acara tersebut, Taufan Bakri dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Astamar dan H. Elisman Iljas anggota FKUB Provinsi DKI Jakarta(fkub/Imshal/budi)

1 2 3 4