(FKUB Jakarta.org) Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta serta Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) memperkuat koordinasi dalam upaya meningkatkan kualitas kerukunan di Ibu Kota. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor FKUB DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis pagi (23/4/2026).
Ketua FKUB DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala PKUB menjadi momentum penting untuk memperkuat peran FKUB ke depan. Ia menilai, sinergi lintas lembaga diperlukan untuk menciptakan kondisi Jakarta yang semakin kondusif dan harmonis.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan gerak FKUB agar lebih berdampak dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ujarnya.
FKUB, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan peran strategisnya, termasuk dalam mendukung terciptanya harmoni sosial yang berkelanjutan di tengah masyarakat multikultural Jakarta.
“FKUB akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi nyata dalam membangun kerukunan, sehingga Jakarta tetap menjadi kota yang damai dan harmonis,” ucapnya.
Sementara itu, Kapala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Muhamad Matsani, menegaskan bahwa FKUB dibangun atas semangat kebersamaan dalam merawat kerukunan umat beragama. Ia menilai pelayanan terhadap kebutuhan rumah ibadah telah berjalan cukup baik, meski masih terdapat sejumlah hal yang perlu disempurnakan.
“FKUB ini dibangun atas dasar kebersamaan dalam rangka merawat kerukunan umat beragama. Pelayanan kepada rumah-rumah ibadat sudah cukup baik, namun tentu masih ada yang perlu kita sempurnakan bersama,” kata Matsani.
Ia juga menyoroti capaian Jakarta yang dinilai sebagai salah satu kota teraman di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari peran berbagai pihak, termasuk FKUB, dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni antarumat beragama.
Di sisi lain, Kepala PKUB, H. Muhammad Adib Abdushomad, menekankan bahwa kerukunan merupakan fondasi penting dalam pembangunan. Tanpa situasi yang damai dan harmonis, menurutnya, pembangunan akan sulit berjalan optimal.
“Kerukunan adalah investasi yang sangat mahal. Karena itu, menjaga dan merawatnya harus menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap FKUB melalui Kesbangpol. Menurutnya, penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas peran FKUB di daerah.
Lebih jauh, Gus Adib memperkenalkan pengembangan konsep kerukunan yang lebih komprehensif. Selain trilogi kerukunan yang selama ini dikenal—yakni kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, serta antara umat beragama dengan pemerintah—kini dikembangkan pendekatan baru yang memasukkan aspek lingkungan.
“Kerukunan tidak hanya soal hubungan antar manusia, tetapi juga dengan lingkungan. Kerusakan lingkungan bisa memicu konflik sosial, sehingga penting membangun kesadaran kolektif untuk menjaga alam sebagai bagian dari kerukunan,” tandas Gus Adib.(fkub/Dn)

