FKUB Jakarta.org) Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Abi Ichwanuddin, M.Si., M.H., menyampaikan materi bertajuk “Peta Jalan Sinergitas FKUB, Tantangan dan Strategi Membangun Kedewasaan Bersikap dalam Kebinekaan” sebagai bagian dari upaya memperkuat peran FKUB dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Jakarta.
Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Dialog Lintas Agama yang diikuti oleh para tokoh lintas agama, Kesbangpol DKI, Kanwil Agama DKI Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026 di Hotel Orchadz Industri, Jl. Industri Raya No.8, RT.17/RW.3, Gn. Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10720.
Dalam paparannya, Abi Ichwanuddin menegaskan bahwa kerukunan tidak dapat dipandang sebagai kondisi yang terjadi dengan sendirinya, melainkan merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui dialog, kolaborasi, serta komitmen seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dikelola secara dewasa sehingga menjadi modal sosial bagi pembangunan Jakarta.
“Peta jalan sinergitas FKUB disusun untuk memperkuat kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. Kerukunan harus diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Abi Ichwanuddin, tantangan kehidupan beragama saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial, serta meningkatnya arus penyebaran informasi di ruang digital. Oleh karena itu, FKUB perlu terus memperkuat perannya sebagai ruang dialog, mediator, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan inklusif.
Ia juga menjelaskan bahwa peta jalan tersebut dibangun di atas empat pilar utama, yaitu sinergi kolaboratif, kerukunan berkelanjutan, toleransi tanpa batas, dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat. Keempat pilar tersebut menjadi arah strategis FKUB dalam menjalankan program-program pembinaan kerukunan umat beragama.
Lebih lanjut, Abi Ichwanuddin mengajak seluruh tokoh agama, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, keberhasilan Jakarta sebagai kota global tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya membangun kehidupan yang harmonis dan saling menghargai.
Mengakhiri paparannya, ia menegaskan bahwa kerukunan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kerukunan bukan sekadar keadaan, tetapi ikhtiar bersama yang terus kita bangun dengan hati, pikiran, dan tindakan nyata.”
Melalui penyampaian peta jalan sinergitas tersebut, FKUB Provinsi DKI Jakarta berharap dapat memperkuat budaya dialog, memperluas kolaborasi lintas agama, serta meningkatkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi keberagaman sebagai fondasi utama mewujudkan Jakarta yang rukun, damai, dan berdaya saing sebagai kota global.(fkub/Bd)

