Home > Berita dan Kegiatan > Romo Suyadi: Tekankan Peran Nilai Agama dalam Membangun Generasi Jakarta yang Harmonis dan Tangguh
Berita dan KegiatanUtama

Romo Suyadi: Tekankan Peran Nilai Agama dalam Membangun Generasi Jakarta yang Harmonis dan Tangguh

(FKUB Jakarta.org) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Hotel Orchadz Industri, Gunung Sahari –Jakarta, dengan melibatkan Puluhan guru dari berbagai sekolah lintas agama di DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FKUB DKI Jakarta dalam membangun dan memperkuat komunikasi lintas  agama guna menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Dialog lintas agama dengan mengangkat tema “Merangkai Kerukunan, Memperkuat Ketahanan Moral: Sinergi Tokoh Agama, Guru, dan BNNP dalam Mewujudkan Generasi Jakarta Yang Harmoni Dan Bersih Narkoba” tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi para guru dari lintas agama untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta bertukar pandangan mengenai pentingnya menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghormati.

Dalam kegiatan tersebut, Romo Antonius Suyadi, Pr selaku Wakil Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta menyampaikan materi dengan tema “Nilai-Nilai Keagamaan sebagai Fondasi Kerukunan dan Ketahanan Moral Generasi Muda. Materi tersebut menyoroti pentingnya peran nilai-nilai agama dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat kehidupan yang damai dan harmonis.

Romo Antonius menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat yang merupakan kekuatan sekaligus modal sosial bangsa. Karena itu, keberagaman perlu dijaga dan dirawat bersama melalui komunikasi, dialog, dan sikap saling menghormati.

Menurutnya, nilai kasih sayang, persaudaraan, toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama merupakan nilai universal yang terdapat dalam ajaran agama. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun kerukunan sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Dialog lintas agama menjadi salah satu sarana penting untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bersama.

Lebih lanjut, penguatan kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama, tetapi membutuhkan sinergi berbagai pihak. Tokoh agama memiliki posisi strategis sebagai pembimbing moral dan spiritual, sementara guru, keluarga, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan inklusif.

Dalam konteks generasi muda, penguatan nilai keagamaan juga dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman, termasuk intoleransi, kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta degradasi moral. Pendidikan karakter yang berlandaskan nilai agama dan kebangsaan diperlukan agar generasi muda memiliki ketahanan moral dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan Dialog Lintas Agama ini, FKUB DKI Jakarta mendorong agar komunikasi antar tokoh agama terus dibangun secara terbuka dan berkelanjutan. Komunikasi yang baik diharapkan dapat memperkuat kepercayaan, mencegah potensi kesalahpahaman, serta menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan keagamaan secara damai dan dialogis.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FKUB DKI Jakarta untuk terus menjadi ruang bersama bagi tokoh dan umat beragama dalam merawat kebinekaan Jakarta. Penguatan komunikasi lintas agama diharapkan dapat melahirkan kolaborasi nyata dalam membangun masyarakat Jakarta yang harmonis, inklusif, toleran, serta memiliki ketahanan moral yang kuat.

Pada akhirnya, kerukunan bukan hanya diwujudkan melalui pernyataan, tetapi melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari: membangun dialog, saling menghormati, memberikan keteladanan, serta mencegah diskriminasi, perundungan, dan ujaran kebencian sejak dini.

FKUB DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi lintas tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar bersama merawat kerukunan dan mewujudkan Jakarta yang harmonis, damai, dan inklusif.(fkub/Bd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *