(FKUB JAKARTA.org) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta menggelar Dialog Lintas Agama bersama pemuda lintas agama di Hotel Sparklife, Mangga Besar, Jakarta Barat, Kamis (19/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang agama untuk bertukar pandangan, memperluas wawasan, sekaligus membangun komitmen bersama dalam memperkuat kerukunan di Ibu Kota.
Ketua FKUB DKI Jakarta, Dr. KH Yusuf Aman, dalam sambutannya menekankan pentingnya melibatkan pemuda dalam agenda kerukunan. Menurutnya, berbicara tentang pemuda berarti berbicara tentang strategi dan masa depan.
“Bicara soal pemuda, bicara soal strategi untuk masa depan,” kata Yusuf Aman.
Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi mampu mengambil peran dan menghasilkan karya yang memberikan dampak bagi masyarakat. Pemuda, menurutnya, perlu memiliki kemandirian serta keberanian untuk melakukan transformasi menuju masa depan.
“Pemuda harus berkarya, bukan hanya mengandalkan orang tuanya, bisa memberikan transformasi ke arah masa depan. Itulah pemuda yang diharapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga memberikan pemaknaan terhadap kata PEMUDA sebagai gambaran karakter yang diharapkan dimiliki generasi muda.
Huruf P, menurut Yusuf, dimaknai sebagai pandai membaca bangsa, yakni kemampuan memahami persoalan dan tantangan yang dihadapi masyarakat. E adalah energik, yang menggambarkan semangat dan kelincahan dalam bergerak serta berkontribusi.
Selanjutnya, M dimaknai sebagai muruah, yakni memiliki kehormatan dan keberanian untuk tampil membawa nilai-nilai positif. U adalah uswah, atau menjadi teladan bagi lingkungan sekitar. D merupakan dedikasi, yakni kesediaan memberikan tenaga dan pikiran bagi kepentingan masyarakat. Sementara A adalah amanah, yakni dapat dipercaya dalam menjalankan tanggung jawab.
“Pemuda yang kuat lebih dicintai Tuhan,” ujar Yusuf, seraya mendorong para peserta untuk menjadikan kekuatan dan energi masa muda sebagai modal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Yusuf, FKUB DKI Jakarta memiliki kepentingan strategis untuk mengajak pemuda lintas agama terlibat dalam dialog. Keterlibatan tersebut bukan hanya untuk menyampaikan pesan-pesan kerukunan, tetapi juga untuk mendengarkan gagasan dan pengalaman generasi muda.
“FKUB mengadakan dialog bagi pemuda lintas agama karena pemuda adalah penggerak. FKUB punya kepentingan untuk mengajak dialog pemuda, kami butuh masukan-masukan strategis,” katanya.

Ia juga menilai pemuda memiliki posisi penting dalam menentukan arah kehidupan sosial di masa mendatang. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan gagasan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kerukunan.
“Jadilah pemuda kritis, dinamis, tajam untuk perubahan ke depan. Tentunya mulai dari diri sendiri,” ujar Yusuf.
Ia berharap dialog tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat melahirkan gagasan dan masukan yang dapat menjadi bahan bagi FKUB DKI Jakarta dalam menyusun langkah dan program kerukunan ke depan.
“Kita harapkan masukan yang membangun untuk FKUB ke depan,” tutupnya.
Peserta Kegiatan Dialog Pemuda Lintas Agama ini melibatkan pemuda dan mahasiswa lintas agama dengan menghadirkan Sekretaris FKUB DKI Jakarta, Dr. Nurhadi MS, MA dan Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Ivana Septiani, sebagai narasumber, dipandu oleh moderator Didiek Dwinarmiyadi.(fkub/Dn)

