Home > Berita dan Kegiatan > FKUB DKI Jakarta Libatkan Guru dalam Penguatan Kerukunan Umat Beragama
Berita dan KegiatanUtama

FKUB DKI Jakarta Libatkan Guru dalam Penguatan Kerukunan Umat Beragama

(FKUB JAKARTA.org) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dan Kebijakan tentang Kerukunan Umat Beragama di  Sunlake Waterfront Resort & Convention, Jakarta Utara, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini melibatkan guru-guru dari sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang kerukunan sekaligus membangun sinergi dengan lingkungan pendidikan.

Ketua Panitia, Fahrullah, mengatakan keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut memiliki arti penting. Menurut dia, sekolah merupakan salah satu ruang strategis dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap keberagaman.

“Kegiatan sosialisasi kali ini melibatkan guru-guru, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Tujuannya adalah membangun sinergitas antara guru dengan FKUB,” ujar Fahrullah.

Ia menjelaskan, penguatan kerukunan perlu dilakukan sejak dini dengan menyasar generasi muda. Sebab, pemahaman terhadap keberagaman yang ditanamkan di lingkungan pendidikan akan turut menentukan bagaimana generasi mendatang membangun hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kalau di titik nadinya generasi muda tidak paham, maka bagaimana kerukunan ke depan bisa terjadi?” katanya.

Karena itu, Fahrullah berharap para guru tidak hanya menjadi peserta sosialisasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari mata rantai penyebarluasan nilai-nilai kerukunan di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Guru-guru bisa menjadi penyambung lidah FKUB,” lanjutnya.

Menurut Fahrullah, guru memiliki posisi yang dekat dengan peserta didik sehingga memiliki kesempatan untuk menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Pendidikan tentang kerukunan, kata dia, diharapkan dapat mencegah tumbuhnya sikap diskriminatif dan intoleran yang dapat muncul akibat perbedaan agama.

“Kita menciptakan agar tidak ada diskriminasi, intoleransi karena adanya perbedaan agama,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk para guru. Menurutnya, FKUB tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama.

“FKUB perlu bergandengan tangan dengan semua pihak, salah satunya dengan para guru,” ujar Yusuf Aman.

Ia mengatakan kerukunan merupakan fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Jakarta yang memiliki keberagaman agama, budaya, etnis, dan latar belakang sosial. Karena itu, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tugas lembaga tertentu, melainkan tanggung jawab bersama.

Dalam sambutannya, Yusuf juga mengaitkan pentingnya penghormatan terhadap sesama manusia dengan pesan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam khutbah saat wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 10 H. Ia menyoroti sejumlah pokok pesan, antara lain penyempurnaan amanah, penghapusan praktik riba, penghargaan terhadap perempuan, persamaan derajat manusia, serta penguatan ukhuwah.

Nilai-nilai tersebut, menurut Yusuf, relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk melalui dunia pendidikan. Guru memiliki posisi strategis karena pendidikan tidak semata-mata menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keteladanan peserta didik.

“Guru memiliki peran yang penting. Pendidikan itu dengan contoh yang baik,” katanya.

Yusuf menilai, tantangan kehidupan sosial saat ini juga berkaitan dengan menurunnya kepercayaan publik dan persoalan moral. Dalam kondisi tersebut, guru memiliki peran penting dalam membangun kembali karakter generasi muda sekaligus menyiapkan mereka menghadapi kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

“Guru memiliki peran yang strategis bagaimana kota Jakarta ke depan ini,” ujarnya.

Ia mengajak para guru untuk bersama-sama kembali menguatkan pendidikan budi pekerti dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang mampu menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai.

“Kita sama-sama berkontribusi untuk kembali menggaungkan budi pekerti, akhlakul karimah,” kata Yusuf.

Ia juga mendorong para guru untuk terus memberikan kontribusi melalui profesi dan pengabdian mereka. Menurutnya, upaya menjaga kerukunan dan membangun karakter generasi muda merupakan bentuk investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.

“Teruslah berkontribusi, berbuat untuk umat sebagai investasi akhirat kelak,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait kerukunan umat beragama. Sesi tersebut menghadirkan Bendahara FKUB DKI Jakarta, Gunadi, serta perwakilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Mukmin, sebagai narasumber.(fkub/Dn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *