(FKUB Jakarta.org) Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Lintas Agama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Ws. Liem Liliany Lontoh, menyebut Kardinal Ignatius Suharyo sebagai gembala umat Katolik yang konsisten merawat kebinekaan Indonesia.
Apresiasi itu disampaikan Ws. Liem usai mencermati kiprah dan pemikiran Kardinal Suharyo yang menekankan prinsip “100% Katolik, 100% Indonesia”. Menurutnya, sikap tersebut menjadi teladan bahwa iman dan nasionalisme tidak pernah bertentangan, justru saling menguatkan.
“Kardinal Suharyo menunjukkan bahwa menjadi Katolik yang taat berarti juga menjadi warga negara yang mencintai Indonesia seutuhnya. Beliau merangkul semua, tidak membuat sekat. Itulah gembala umat yang sesungguhnya,” ujar Ws. Liem Liliany Lontoh, Kamis (23/4).
Ws. Liem menambahkan, pesan Kardinal Suharyo tentang gereja yang harus hadir bagi kaum miskin dan tersingkir sangat sejalan dengan ajaran Khonghucu tentang ren atau cinta kasih universal.
“Dari Keuskupan Agung Jakarta hingga ke pelosok, beliau mengajarkan bahwa rumah ibadah tidak boleh eksklusif. Pintu harus terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan.
“Semangat inilah yang terus kami rawat. tegas Ws. Liem yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial lintas iman.
Bagi Ws. Liem, keteladanan Kardinal Suharyo menjadi pengingat bahwa tokoh agama punya tanggung jawab besar menjaga Indonesia tetap rukun. Perbedaan keyakinan, kata Kardinal, adalah kekayaan bangsa yang wajib disyukuri bersama.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus mendorong dialog dan kolaborasi antar tokoh agama untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika, tutup Liem.(fkub/Bd)

