(FKUB Jakarta.org) Peringatan Hari Kartini 21 April menjadi refleksi bagi Ws. Liem Liliany Lontoh, S.Pd., S.E., M.Ag. tentang kekuatan perempuan yang beragam. Menurut rohaniwan Khonghucu ini, s, tapi pendidikan adalah kunci untuk mengasahnya.“Perempuan itu unik. Ada yang talentanya mengajar, ada yang pandai berdagang, ada yang ahli merawat, ada yang kuat di organisasi, dan lain-lain. Kartini mengajarkan satu hal: semua talenta itu hanya bersinar kalau perempuan diberi pendidikan,” ujar Ws. Liem, Senin (21/04/2026).
Ws. Liem tercatat pernah menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat dan pengurus FKUB Provinsi DKI Jakarta pada periode sebelumnya. Di tingkat nasional, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi FKUB Indonesia (AFKUBI) sejak periode sebelumnya hingga saat ini. Di dunia akademik, Ws. Liem aktif sebagai dosen di Sekolah Tinggi Khonghucu Indonesia (STIKIN). Ia juga turut memperkenalkan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri (SETIAKIN) Pangkal Pinang sebagai kampus negeri pertama agama Khonghucu. Di STIKIN, ia mengampu Tata Ibadah Agama Khonghucu 1 & 2 serta Moderasi Beragama, dan merupakan lulusan Program Moderasi Beragama Tingkat Nasional.
“Bagi saya, xiushen atau membina diri itu wajib bagi perempuan. Mau talentanya di dapur, di kelas, atau di meja sidang FKUB, semua butuh ilmu. Wu Lun (五伦) adalah lima landasan hubungan sosial yang teratur dan harmonis, pedoman etika dalam berkeluarga, bermasyarakat, hingga bernegara. Lima hubungan itu: hubungan penguasa-masyarakat, ayah-anak, suami-istri, kakak-adik, dan antar sahabat. Konsep ini menekankan kewajiban moral timbal balik untuk mencapai keselarasan,” jelasnya. Ia menambahkan, Ba De (Delapan Kebajikan) adalah fondasi moral dan budi pekerti yang harus diterapkan sehari-hari untuk mencapai kesempurnaan diri dan harmoni sosial. Delapan kebajikan itu: Xiao (berbakti), Ti (rendah hati/persaudaraan), Zhong (setia), Xin (dapat dipercaya), Li (susila), Yi (kebenaran), Lian (suci hati), dan Chi (tahu malu). “Kalau perempuan paham Wu Lun dan hidup dengan Ba De, talenta apa pun yang dia miliki akan jadi manfaat. Di rumah dia berbakti, di masyarakat dia dapat dipercaya, di organisasi dia setia dan tahu malu,” tegas Ws. Liem.
Ia mencontohkan Diklat Khonghucu Cikanyere yang diresmikan 20 April 2026. “Di sana ada calon guru, calon penulis kitab, calon pemimpin doa, calon penggerak sosial, dan lain-lain. Talenta mereka beda-beda. Tugas kita lewat pendidikan: memastikan mereka paham Wu Lun dan Ba De, berani bicara, dan siap pimpin.
”Menurut Ws. Liem, ruang seperti FKUB adalah wujud Wu Lun level bernegara. “Ada hubungan pemerintah-umat, ada persaudaraan lintas agama. Di meja FKUB, kami enam agama duduk sama tinggi karena menjalankan Li dan Xin. Itu Kartini yang bekerja dalam bingkai Khonghucu.
”Pesan untuk perempuan muda di Hari Kartini: “Kenali talentamu. Asah dengan sekolah setinggi-tingginya. Hidupkan Wu Lun dalam keluargamu, jalankan Ba De dalam langkahmu. Perempuan tangguh itu yang berbakti, setia, suci hati, dan tahu malu — lalu pakai semua itu untuk menyalakan obor bagi orang lain.” Shanzai.

