Home > Berita dan Kegiatan > FKUB DKI Jakarta dan Bali Perkuat Kerukunan sebagai Pilar Ketahanan Nasional
Berita dan KegiatanUtama

FKUB DKI Jakarta dan Bali Perkuat Kerukunan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

KLUNGKUNG — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta dan FKUB Provinsi Bali memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama sebagai bagian penting dari ketahanan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan FKUB DKI Jakarta ke Puri Denbencingah, Klungkung, Bali, Selasa (22/9/2026).

Kunjungan yang merupakan bagian dari program Capacity Building FKUB DKI Jakarta tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan mengenai pengelolaan kerukunan, sekaligus memperkuat hubungan antara FKUB DKI Jakarta dan Bali dalam pengembangan program kerukunan.

Ketua Umum FKUB Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, kerukunan umat beragama memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, keberlangsungan pembangunan sangat berkaitan dengan terjaganya kondisi masyarakat yang harmonis.

“Kerukunan sangat penting karena Indonesia sangat bergantung pada kondisi kerukunan masyarakat. Tanpa kerukunan, pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik,” ujar Ida.

Ia menjelaskan, kerukunan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama, tetapi juga menjadi bagian dari ketahanan nasional. Ketika kerukunan terganggu, potensi konflik dapat meningkat dan pada akhirnya berdampak terhadap stabilitas serta pembangunan.

“Kerukunan merupakan bagian yang terintegrasi dengan sistem ketahanan Indonesia. Kalau kerukunan terganggu, potensi konflik meningkat dan dampaknya akan menyulitkan proses pembangunan,” katanya.

Karena itu, Ida menekankan pentingnya menjaga kerukunan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat berbagai sistem nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang, tetapi potensi tersebut perlu ditopang oleh sistem yang kuat dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Kerukunan harus dijaga dan berbagai sistem nasional perlu terus diperbaiki agar cita-cita Indonesia Emas dapat dioptimalkan,” ujarnya.

Ida juga mengingatkan pentingnya menjaga agama agar tetap menjadi kekuatan yang mendorong perdamaian. Menurut dia, dalam situasi konflik, isu agama dapat dimanfaatkan untuk memperbesar perbedaan sehingga kerja-kerja membangun kerukunan harus terus dilakukan.

“Isu agama sering kali digunakan sebagai salah satu instrumen dalam konflik. Oleh karena itu, kerja-kerja kerukunan harus terus dilakukan,” kata pria yang juga sebagai Bandesa Agung MDA Bali.

Sementara itu, Ketua FKUB DKI Jakarta KH Yusuf Aman menegaskan bahwa kerukunan merupakan kebutuhan bersama, terlebih bagi Jakarta yang terus berkembang sebagai kota global. Menurut dia, kehidupan masyarakat yang beragam membutuhkan ruang dialog dan komunikasi yang mampu mempertemukan berbagai unsur.

“Jakarta ke depan akan menjadi kota global dan kerukunan menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Karena itu, kerukunan merupakan sebuah keniscayaan,” ujar Yusuf.

Ia menilai FKUB memiliki posisi penting sebagai ruang bersama untuk mempertemukan tokoh agama dan berbagai unsur masyarakat. Melalui pertemuan dan dialog, perbedaan dapat dikelola secara konstruktif dan diarahkan menjadi kekuatan bersama.

“FKUB merupakan salah satu ruang yang baik untuk mempertemukan berbagai unsur dalam membangun kerukunan,” ungkapnya.

Yusuf juga mendorong para tokoh agama agar terus mengambil peran dalam mendidik masyarakat, memperkuat persaudaraan, dan mencegah berkembangnya konflik di tengah keberagaman.

“Tokoh agama harus mendidik, bukan membidik; merangkul, bukan memukul,” tegas Yusuf.

Menurutnya, penguatan kerukunan juga harus disertai optimisme yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Kerukunan tidak cukup hanya menjadi gagasan, tetapi perlu diterjemahkan dalam kerja bersama, komunikasi lintas agama, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Kita harus optimistis, tetapi optimisme tersebut harus dimulai melalui tindakan nyata,” tutupnya

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kakanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha, Pengurus FKUB Bali, Forum Perempuan Lintas Agama (FORPELA) Bali, perwakilan Kesbangpol Bali Aditiana, Kepala Kemenag Klungkung Indiria, Kepala Kesbangpol Klungkung, Pengurus FKUB Klungkung, serta ketua atau perwakilan majelis-majelis agama.

Dari Jakarta, rombongan terdiri atas unsur FKUB DKI Jakarta bersama perwakilan Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Biro Pendidikan dan Mental Spiritual DKI Jakarta, serta Kanwil Kemenag DKI Jakarta.(fkub/Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *