(FKUB Jakarta.org)
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan lapangan ke Masjid Soeprapto Soeparno, Kamis siang (12/2/2026), di Jalan Pusdiklat Kemnaker, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti permohonan rekomendasi pembangunan rumah ibadat sekaligus memastikan terpenuhinya persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perwakilan Masjid Soeprapto Soeparno, Ustadz Rosidi menjelaskan, masjid tersebut awalnya berdiri sebagai musholla pada 1979, kemudian diperluas menjadi masjid pada 1980. Bangunan masjid merupakan wakaf dari almarhum Bapak Soeprapto yang telah menyediakan ruang untuk ibadah bagi masyarakat.
“Almarhum telah mewakafkan ruangan untuk ibadah. Masjid ini adalah salah satu dari beberapa masjid yang dibangun oleh beliau dan keluarga, termasuk masjid dengan nama yang sama di Pangkalpinang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan masjid saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026 agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah dengan lebih nyaman.
Wakil Ketua FKUB DKI Jakarta, Romo Antonius Suyadi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan keberadaan fisik masjid dan proses pembangunan sesuai ketentuan.
Menurutnya, dalam regulasi pendirian rumah ibadat terdapat tiga persyaratan utama, yakni administratif, teknis, dan persyaratan khusus berupa dukungan minimal 90 calon pengguna dan 60 pendukung.
“Karena itu, kami ingin meminta keterangan dari RT, RW, lurah, camat, serta aparat keamanan terkait proses pembangunan masjid ini, khususnya terkait kerukunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB DKI Jakarta, KH Yusuf Aman menegaskan bahwa kehadiran FKUB bukan untuk mempersulit, melainkan mempermudah proses pendirian rumah ibadat dengan berkas administrasi yang kuat dan sesuai fakta lapangan.
“Kami menyambut baik kehadiran Masjid Soeprapto Soeparno. Semoga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah dengan nyaman serta memberikan dampak positif bagi seluruh warga, baik muslim maupun non-muslim,” tuturnya.

Dukungan Warga dan Aparat
Ketua RT 01/RW 05, Supriyadi menyampaikan dukungan penuh warga terhadap pembangunan masjid. Ia mengaku mengikuti perkembangan masjid sejak awal hingga dipindahkan ke lokasi baru.
Menurutnya, keberadaan almarhum Soeprapto juga telah banyak membantu masyarakat, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan melalui usaha Tiki dan JNE serta pembangunan saluran air untuk mengurangi dampak banjir.
“Dengan hadirnya masjid baru yang megah ini, masyarakat bisa beribadah lebih nyaman. Warga sangat antusias,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari mantan Wakil RW 05 yang menyatakan bangga dengan pembangunan masjid tersebut.
Perwakilan Kelurahan Makasar menambahkan bahwa persyaratan dukungan warga telah terpenuhi dengan data 90 calon pengguna dan 60 pendukung yang ditandatangani RT dan RW.
Ia juga mengingatkan pentingnya sistem resapan air mengingat wilayah tersebut rawan banjir.
Bhabinkamtibmas Makasar menyatakan dukungan terhadap pembangunan masjid karena dinilai membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Hal senada disampaikan Babinsa Makasar, Sertu Cecep.
Adapun Wakil Camat Makasar mengungkapkan bahwa verifikasi lapangan telah dilakukan sebelumnya bersama FKUB Jakarta Timur dan unsur pemerintah setempat. Pihaknya sangat mendukung kehadiran Masjid Soeprapto Soeparno.
Apresiasi dan Pesan Kerukunan
Rencana pembangunan masjid Soeprapto Soeparno mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Perwakilan Kanwil Kemenag DKI Jakarta mengapresiasi pembangunan masjid dan berharap kehadirannya mempersatukan umat serta memperhatikan akses bagi disabilitas dan anak-anak.
egitu pula Ketua MUI Jakarta Timur, KH Didi Supandi, juga menyampaikan dukungan penuh. Ia berharap masjid ini memberikan manfaat sosial-keagamaan yang luas bagi masyarakat.
Demikian juga Sekretaris FKUB DKI Jakarta, Nurhadi menilai masjid tersebut sebagai aset umat yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kerukunan lintas umat beragama.
Komitmen Panitia
Setelah menerima dukungan, apresiasi, dan masukan dari banyak pihak, Panitia pembangunan masjid menegaskan bahwa aspek sanitasi dan resapan air telah dipersiapkan untuk mengantisipasi banjir. Selain itu, konsep masjid mengusung corak nahdliyyin yang moderat dan ramah bagi semua kalangan.
Fasilitas khusus juga disiapkan untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak, termasuk ruang bermain anak agar tidak mengganggu kenyamanan ibadah jamaah.
“Dengan dukungan berbagai pihak, semoga pembangunan Masjid Soeprapto Soeparno diharapkan segera rampung dan dapat menjadi pusat ibadah sekaligus ruang penguatan kerukunan masyarakat di wilayah Makasar, Jakarta Timur” tutup Perwakilan Masjid Soeprapto Soeparno, Ustadz Rosidi.(fkub/Dn)
