Foto: Ketua FKUB DKI Jakarta KH Yusuf Aman (kiri) tengah berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) dalam forum audiensi, Senin (15/12/2025), di Balai Kota . (sumber: Pemprov. DKI Jakarta)
JAKARTA — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk merayakan malam Tahun Baru 2026 secara sederhana dan tidak berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan menimbulkan duka mendalam.
Ketua FKUB DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, menyatakan pihaknya sejalan dengan kebijakan Pemerintah, termasuk instruksi Kapolri yang mengimbau agar perayaan malam Tahun Baru tidak diwarnai pesta kembang api. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah bijak di tengah situasi darurat bencana yang masih berlangsung.
“Di saat saudara-saudara kita masih berjuang menghadapi dampak banjir, kehilangan harta benda, bahkan nyawa, tentu tidak elok jika kita merayakan Tahun Baru dengan hura-hura,” kata Kiai Yusuf, Selasa (30/12/2025), di Kantor FKUB DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
FKUB DKI Jakarta juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mengarahkan agar perayaan malam pergantian tahun di Ibu Kota dilaksanakan secara sederhana, diisi dengan kegiatan doa lintas agama, serta mendorong penggalangan donasi bagi para korban bencana.
“Kami mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta yang mengajak masyarakat mengisi malam Tahun Baru dengan doa dan kepedulian sosial. Ini adalah sikap kenegarawanan yang patut diapresiasi dan dicontoh,” ujarnya.
Ia menilai, doa bersama dan solidaritas kemanusiaan merupakan wujud nyata nilai-nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota negara harus menjadi teladan dalam merawat empati sosial di tengah situasi duka nasional.
Lebih lanjut, Kiai Yusuf mengajak umat Islam khususnya, serta seluruh umat beragama pada umumnya, untuk menjadikan momentum Tahun Baru sebagai sarana muhasabah dan refleksi bersama. Bencana alam yang terjadi, kata dia, harus menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan.
“Perayaan sederhana yang diisi dengan doa dan introspeksi jauh lebih bermakna untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” ungkap Kiai Yusuf.
FKUB DKI Jakarta juga menyampaikan dukungan moral kepada para korban bencana agar tetap bersabar dan bertawakal, serta berbaik sangka terhadap ikhtiar Pemerintah dalam menangani dampak bencana. Ia meyakini sinergi antara masyarakat, Pemerintah, serta aparat TNI dan Polri akan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis bangsa ini mampu melewati berbagai ujian dan para korban bencana dapat segera pulih,” tutupnya. (DN/EB)

