Home > Berita dan Kegiatan > FKUB DKI Jakarta Ajak Akademisi Perkuat Kerukunan melalui Pendidikan dan Kolaborasi
Berita dan KegiatanUtama

FKUB DKI Jakarta Ajak Akademisi Perkuat Kerukunan melalui Pendidikan dan Kolaborasi

(FKUB Jakarta.org) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Perundang-undangan dan Kebijakan tentang Kerukunan yang diikuti para dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis Pagi (30/7/2026), di Ballroom The Acacia Hotel, Senen, Jakarta Pusat, ini bertujuan memperkuat pemahaman kalangan akademisi terhadap regulasi sekaligus memperluas kolaborasi dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Ketua Panitia, Erwin Tjioe, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, dosen tidak hanya bertugas menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi yang menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi, penghormatan terhadap keberagaman, serta memperkuat kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Sebagai insan akademik, para dosen memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sebagai agen edukasi yang menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya dialog, saling menghormati, dan memperkokoh persatuan bangsa di tengah keberagaman agama, budaya, serta suku bangsa yang dimiliki Indonesia.

Erwin berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis FKUB maupun pemerintah dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerukunan umat beragama melalui pendekatan akademik, ilmiah, dan edukatif.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum sosialisasi semata, tetapi menjadi awal dari penguatan kolaborasi antara FKUB, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akademik,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, KH. Yusuf Aman, menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang dibangun di atas keberagaman dan dipersatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika serta nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, hubungan antara agama dan negara tidak dapat dipisahkan. Ia mengibaratkan keduanya sebagai dua saudara kembar yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa.

“Negara dan agama adalah dua saudara kembar. Artinya kita sebagai umat beragama dan negara tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” ungkapnya.

KH. Yusuf Aman menjelaskan bahwa agama merupakan fondasi kehidupan, sedangkan pemerintah memiliki peran sebagai penjaga agar kehidupan berbangsa tetap berjalan dengan baik.

“Agama adalah pondasi. Bangunan tanpa pondasi akan runtuh. Adapun pemerintah sebagai penjaga. Sesuatu jika tidak ada yang menjaganya, maka akan hilang,” jelas Yusuf.

Ia juga mengingatkan bahwa FKUB merupakan wadah yang menghimpun tokoh-tokoh enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai representasi dari umat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus membangun interaksi yang dilandasi semangat persaudaraan.

“Interaksi kita harus diyakini sebagai sesama saudara. Saudara harus rukun, sebab kerukunan akan melahirkan kedamaian. Interaksi sesama manusia harus dijaga sebaik-baiknya,” tuturnya.

Yusuf Aman berharap kehadiran FKUB Provinsi DKI Jakarta semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di Ibu Kota.

“Semoga kehadiran FKUB dirasakan manfaatnya oleh semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi yang menghadirkan Koordinator Bidang Rekomendasi FKUB Provinsi DKI Jakarta, H. Taufik, dan Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, sebagai narasumber. Sosialisasi tersebut diikuti oleh perwakilan dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, di antaranya Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta, Institut Nalanda, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Maha Prajna Jakarta, STIK Sint Carolus (Katolik), Universitas Tarumanagara Katolik (UTarki), STT Doulos, Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.(fkub/Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *