Home > Berita dan Kegiatan > Gelar Rapat Kerja, FKUB DKI Jakarta Rancang Program Kerukunan Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor
Berita dan KegiatanUtama

Gelar Rapat Kerja, FKUB DKI Jakarta Rancang Program Kerukunan Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor

(FKUB-JAKARTA.org)  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Tahun Anggaran 2025, pada Senin hingga Selasa, 8–9 Desember 2025, di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Percepatan Program Kerukunan melalui Kemitraan dan Inovasi Lintas Sektor”.

Ketua panitia H. Taufik menyampaikan bahwa rapat kerja tahun tersebut beragendakan evaluasi program di tahun 2025, serta penyusunan arah kebijakan untuk tahun 2026.

“Rapat kerja ini agendanya evaluasi kinerja selama tahun 2025, sekaligus fokus pada program tahun 2026 nanti,” katanya saat memberikan laporan dalam agenda pembukaan.

Taufik juga menegaskan tujuan utama kegiatan ini, yakni menyamakan persepsi visi dan misi dalam menjaga kerukunan di Jakarta. Menurutnya, kerukunan di tingkat provinsi tidak akan terwujud tanpa dukungan berjenjang hingga kota, kecamatan, kelurahan, RW, bahkan RT. Selain itu, ia kembali mengingatkan trilogi kerukunan, yaitu kerukunan intern umat beragama, kerukunan antarumat beragama, serta kerukunan antara umat beragama dan pemerintah, seraya menambahkan bahwa semuanya bermula dari kerukunan dalam diri.

“Jika ini telah selesai, percepatan program kerukunan melalui kolaborasi lintas sektor di tahun 2026 akan lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB DKI Jakarta KH Yusuf Aman menambahkan tentang menegaskan pentingnya rapat kerja sebagai acuan pembentukan program strategis ke depan. Menurutnya, program-program yang dirancang harus memiliki dampak di masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan kerukunan di Jakarta.

“Kita hadir di sini dalam rangka membuat perubahan ke depan untuk warga Jakarta yang lebih rukun,” ungkapnya.

Adapun Kepala Bidang Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Kesbangpol DKI Jakarta, Mahzar Setiabudi, menekankan bahwa menjaga kerukunan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan moral. Ia mendorong dibukanya kolaborasi konkret lintas sektor, melibatkan pemerintah, tokoh agama, dunia pendidikan, komunitas, media, hingga generasi muda.

“Kita perlu juga membuka kolaborasi nyata lintas sektor antara pemerintah, tokoh agama, dunia pendidikan, komunitas, media dan generasi muda dalam merawat kerukunan di Jakarta,” jelasnya.

Menurut Mahzar, FKUB memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai ruang dialog, tetapi juga ruang solusi, pendidikan toleransi, serta mitigasi potensi konflik sosial berbasis keagamaan.

“Kerukunan bukan hanya tugas satu lembaga, melainkan kerja besar seluruh elemen bangsa. Mari jadikan rapat kerja ini momentum memperbarui komitmen bahwa Jakarta adalah rumah besar yang harus kita jaga bersama: aman, damai, dan inklusif,” tegas Mahzar.

Oleh karena itu, Mahzar mengungkapkan bahwa Kesbangpol DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan peran FKUB sebagai mitra kerjanya.

“Saya atas nama Kesbangpol DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk memperkuat peran FKUB sebagai Mitra strategis pemerintah,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan Rapat Kerja tersebut Kepala PKUB H. M. Adib Abdushomad, Stafsus Mendikdasmen Arief Jumali Muis dan Stafsus Gubernur DKI Jakarta H. Sulton Muminah sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pengurus FKUB DKI Jakarta, Pimpinan Harian Pengurus dan Kepala Staf FKUB Kota/Kabupaten.(Dn/fkub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *